Artikel


Bongkar Isu Pengaturan Skor

Gambar terkait

          Masalah pengaturan skor sudah ada satgas yang dibentuk pak kapolri. Itu saja yang nanti kami efektifkan.” tutur Imam
Menpora Imam Nahrawi yakin pihak kepolisian Indonesia bisa membantu membantu menyelesaikan polemik pengaturan skor yang tengah melanda sepakbola Tanah Air. Untuk itu, dia meminta PSSI mau bekerjasama dengan baik.
Tito karnavian selaku kapolri sempat mengatakan bakal turun tangan untuk membuat satuan tugas (satgas) khusus pemberantasan pengaturan skor.
Agar satgas bentukan kapolri efektif, Imam juga menekankan agar PSSI selaku induk sepakbola Tanah Air mau membuka diri kepada pemerintah, khususnya kemenpora. Selama ini, PSSI seakan terus berlindung di bawah status FIFA yang menyebutkan bahwa negara tidak boleh ikut campur.
Tim satuan tugas (satgas) anti mafia telah meringkus empat tersangka penipuan dan penggaturan skor liga 2 dan liga 3. Keempat tersangka tersebut yaitu:
1.     Johar Ling Eng, ketua Asprov Jawa Tengah dan anggota Komite Exsekutif (Exco) PSSI
2.     Dwi Irianto, alias Mbah Putih, anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI
3.     Priyanto, mantan Komite wasit PSSI
4.     Anik Yuni Artikasari yang merupakan putri Priyanto
Keempat tersangka tersebut ditangkap di tempat yang berbeda-beda. Johar diamankan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sedangkan Dwi Irianto dibekuk di hotel Sapphire, Yogyakarta. Adapun Priyono dan di tangkap di Semarang, dan Anik putrinya di Pati, Jawa Tengah.
Selain keempat tersangka tersebut terdapat nama lain seperti Nurul Safarid yang merupakan seorang wasit yang memimpin laga Persibara lawan Persekabpas Pasuruan di kompetisi liga 3. Wasit Nurul Safarid diduga telah menerima sejumlah uang sebagai imbalan hasil kerjanya dalam mengatur laga tersebut.
Dan terdapat tersangka baru yang berinisial ML seorang staf direktur penugasan wasit PSSI yang bertanggung jawab dalam mengatur jadwal wasit untuk memimpin pertandingan.
Beberapa waktu yang lalu Iwan Setiawan mengatakan bahwa  semua yang terkait dengan penggaturan skor inikuncinya ada di wasit. Hal ini karena wasitlah yang bisa mengatur hasil laga sesuai dengan pesanan para pelaku match fixing.
Satgas anti mafia bola mengembangkan penyelidikan hingga ke wasit-wasit dan perangkat pertandingan terkait dugaan pengaturan skor di kompetisi liga 2 dan liga 3.
Pengembangan kasus skandal pengaturan skor liga 2 dan liga 3 bisa jadi merembet ke liga 1 dengan ditetapkannya ML sebagai tersangka. Karena polisi bisa juga mengorek keterangan bagaimana dengan penempatan wasit di liga 1, apakah ada juga yang memesan agar wasit tertentu yang diminta memimpin sebuah laga.
Apa yang sudah dilakukan satgas anti mafia bola hingga saat ini banyak menumbuhkan  harapan agar sepakbola Indonesia benar-benar bersih dari mafia. Apakah harapan tersebut bisa terwujud?


Komentar

Posting Komentar