Artikel
Bongkar
Isu Pengaturan Skor
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2512101/original/073887900_1543580172-Pengaturan_Skor.jpg)
“ Masalah
pengaturan skor sudah ada satgas yang dibentuk pak kapolri. Itu saja yang nanti
kami efektifkan.” tutur Imam
Menpora Imam Nahrawi
yakin pihak kepolisian Indonesia bisa membantu membantu menyelesaikan polemik pengaturan
skor yang tengah melanda sepakbola Tanah Air. Untuk itu, dia meminta PSSI mau
bekerjasama dengan baik.
Tito karnavian selaku
kapolri sempat mengatakan bakal turun tangan untuk membuat satuan tugas
(satgas) khusus pemberantasan pengaturan skor.
Agar satgas bentukan
kapolri efektif, Imam juga menekankan agar PSSI selaku induk sepakbola Tanah
Air mau membuka diri kepada pemerintah, khususnya kemenpora. Selama ini, PSSI
seakan terus berlindung di bawah status FIFA yang menyebutkan bahwa negara
tidak boleh ikut campur.
Tim satuan tugas (satgas)
anti mafia telah meringkus empat tersangka penipuan dan penggaturan skor liga 2
dan liga 3. Keempat tersangka tersebut yaitu:
1. Johar
Ling Eng, ketua Asprov Jawa Tengah dan anggota Komite Exsekutif (Exco) PSSI
2. Dwi
Irianto, alias Mbah Putih, anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI
3. Priyanto,
mantan Komite wasit PSSI
4. Anik
Yuni Artikasari yang merupakan putri Priyanto
Keempat tersangka
tersebut ditangkap di tempat yang berbeda-beda. Johar diamankan di Bandara
Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sedangkan Dwi Irianto dibekuk di hotel Sapphire,
Yogyakarta. Adapun Priyono dan di tangkap di Semarang, dan Anik putrinya di
Pati, Jawa Tengah.
Selain keempat tersangka
tersebut terdapat nama lain seperti Nurul Safarid yang merupakan seorang wasit
yang memimpin laga Persibara lawan Persekabpas Pasuruan di kompetisi liga 3.
Wasit Nurul Safarid diduga telah menerima sejumlah uang sebagai imbalan hasil
kerjanya dalam mengatur laga tersebut.
Dan terdapat tersangka
baru yang berinisial ML seorang staf direktur penugasan wasit PSSI yang
bertanggung jawab dalam mengatur jadwal wasit untuk memimpin pertandingan.
Beberapa waktu yang lalu
Iwan Setiawan mengatakan bahwa semua
yang terkait dengan penggaturan skor inikuncinya ada di wasit. Hal ini karena
wasitlah yang bisa mengatur hasil laga sesuai dengan pesanan para pelaku match
fixing.
Satgas anti mafia bola
mengembangkan penyelidikan hingga ke wasit-wasit dan perangkat pertandingan
terkait dugaan pengaturan skor di kompetisi liga 2 dan liga 3.
Pengembangan kasus
skandal pengaturan skor liga 2 dan liga 3 bisa jadi merembet ke liga 1 dengan
ditetapkannya ML sebagai tersangka. Karena polisi bisa juga mengorek keterangan
bagaimana dengan penempatan wasit di liga 1, apakah ada juga yang memesan agar
wasit tertentu yang diminta memimpin sebuah laga.
Apa yang sudah dilakukan
satgas anti mafia bola hingga saat ini banyak menumbuhkan harapan agar sepakbola Indonesia benar-benar
bersih dari mafia. Apakah harapan tersebut bisa terwujud?
kasih trafo ke anya
BalasHapusterima kasih infonya:))
terimakasih sangat bermanfaat
BalasHapus